95 Contoh Pantun Nasehat dan Artinya Terbaru

Pantun Nasihat adalah pantun yang berisi pengarahan dengan tujuan untuk mendidik, dan memberikan pengarahan terhadap orang lain. Biasa nya pantun ini berisi penyampaian pesan akhlak yang sarat dengan nilai-nilai luhur agama, kebiasaan dan norma sosial masyarakat.

Teladan Pantun Nasihat
Berikut ini terdapat sebagian model pantun pengarahan, terdiri atas:

Teladan Pantun Nasihat Belajar
Berikut ini terdapat 20 model pantun https://www.fappin.com/contoh-pantun-jenaka-nasehat-lucu-cinta-teka-teki-gombal-agama/ pengarahan belajar, terdiri atas:

Apabila fajar sudah tiba,
Ia adalah sebuah tanda.
Dengarkan olehmu aduhai ananda,
Belajar adalah tugasmu yang utama.

Pohon jati tumbuh berderet,
Daunnya untuk membungkus ikan.
Apabila engkau rajin belajar,
Manfaatnya engkau yang rasakan.

Harum sekali mangga kweni,
Sayang cuma untuk titipan.
Belajar tekun di hari ini,
Akan bergembira di masa depan.

Apabila kelapa banyak minyaknya,
Tokek suka menjilat ludahnya.
Orang yang banyak ilmunya,
Tentu ia gampang hidupnya.

Ayam hutan ayam bekisar,
Banyak dijual di tengah pasar.
Di waktu kecil malas belajar,
Sengsara ia di waktu besar.

Hari panas badannya gerah,
Tetap bekerja padahal lelah.
Masa depanmu akan cemerlang,
Apabila belajar rajin di sekolah.

Di puncak gunung ada perunggu,
Saat dicari tak ketemu.
Masa depan sedang menunggu,
Si berprestasi penuh ilmu.

Shalat subuh dikala fajar,
Sesudah sholat bunga disiram.
Siapa yang malas belajar,
Masa depannya akan suram.

Burung gelatik minum tajin,
Agar makan waktu siang.
Si menawan pastilah rajin,
Apabila belajar hatinya riang.

Kancil lari tak terkejar,
Rusa lari sambil berputar.
Kini kita mulai belajar,
Agar jadi anak yang mahir.

Lebar-lebar daun talas,
Untuk membungkus nasi ketan.
Siapa yang belajarnya malas,
Nanti mirip orang utan.

Apabila sedang makan talas,
Di bawah pohon duduk anteng.
Siapa yang onar di kelas,
Nanti pacarnya monyet ganteng.

Apabila mangga buah kweni,
Dimasak dengan buah sukun.
Hebatnya anakku ini,
Wajahnya menawan orangnya tekun.

Apabila hendak memetik sukun,
Petik sukun berpohon rendah.
Apabila belajar dengan tekun,
Nasihat didapatkan dengan gampang.
Si rajin otaknya mahir.

Waktu magrib pergi ke surau,
Apabila ini ada khataman.
Apabila belajar jangan berkelakar,
Jangan berkelakar dengan sahabat.
Apabila tetamu dari Belanda,
Nanti berkeinginan menangkap rusa.
Apabila kau banyak berkelakar,
Nanti bodoh sepanjang masa.

Jangan jumawa jangan jumawa,
Di dalam pagar ada kemumu.
Belajar itu bersungguh-sungguh,
Apabila kencang masuknya ilmu.

Apabila kau bersua panda,
Bulunya lebat bagaikan busa.
Apabila kau sering berkelakar,
Dihasilkan tak ada yang bisa.

Langit luas warnanya biru,
Perhatikan Rabbul Izzati.
Agar penjelasan guru,
Agar engkau gampang paham.

Awan tinggi berwarna putih,
Sesudah seperti kepala tupai.
Sesudah paham coba berlatih,
Agar kau bertambah mahir.

Kura-kura gampang dikejar,
Teladan bisa ia kencang berlari.
Nasihat didapatkan dengan belajar,
Belajar patut sepenuh hati.

Teladan Pantun Nasihat Orang Tua
Berikut ini terdapat 20 model pantun pengarahan orang tua, terdiri atas:

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Teladan Teks Deskripsi

Ada muslimah menggunakan cadar,
Sudah menawan menggunakan cindai.
Sewaktu kecil rajin belajar,
Hingga besar menjadi mahir.

Putih putih bunga melati,
Tumbuh dekat pohon setanggi.
Siapa orang rendah hati,
Derajatnya akan tinggi.

Jalan-jalan salah alamat,
Kepada pula ke Bukit Mengaplikasikan.
Berharap orang tua patut hormat,
Itulah tanda anak berbakti.

Putri menawan Tulang Bawang,
Apabila gaun warna merah.
Apabila sukses, patut berjuang,
Apabila kalah jangan menyerah.

Bertanam di ladang banyak hama,
Tanam padi tumbuh rumputnya.
Jangan jauh dari agama,
Apabila berkeinginan hidup bergembira.

Apabila keladi sudah ditanam
Jangan lagi minta balas
Apabila budi sudah ditanam
Jangan lagi minta balas
Bunga cina di atas batu
Daunnya lepas ke dalam ruang
Hilang dunia memang semacam itu
Sebabnya emas budi terbuang
Diantara padi dengan selasih
Berdasarkan mana satu tuan luruhkan
Diantara budi dengan beri
Berdasarkan mana satu tuan turutkan
Pisang emas dibawa berlayar
Masak sebiji di atas peti
Hutang emas boleh dibayar
Hutang budi dibawa mati
Si angsa mati lemas
Mati lemas di air masin
Si bahasa sebab emas
Si budi sebab miskin
Air melurut ke tepian mandi
Kembang berseri bunga senduduk
Elok diturut sah padi
Apabila berisi kian tunduk
Si ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal Sembilan
Tuntut ilmu bersungguh-sungguh
Suatu jangan ketinggalan
Apabila cempedak bentuknya bujur
Apabila disukai oleh segala
Apabila kita bersikap jujur
Hidup kita diamati mulia
Kemuning di tengah balai
Bertumbuh terus kian tinggi
Ilmu dengan orang tak mahir
Bagaikan alu pencungkil duri

Perang ditetak ke batang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan total
Teladan tak pernah menyimpan ilmu
Adakah tameng bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kami pun muda lagi perkasa

Banyak batang tumbuh cendawan
Cendawan kukur jalan ke huma
Banyak orang mengaku pahlawan
Sambutlah pukul tusuk pertama
Hang jebat hang kesturi
Budak budak raja Melaka
Apabila hendak jangan dicuri
Mari kita bertentang mata
Esa elang kedua belalang
Takkan kayu berbatang jerami
Esa sirna dua terbilang
Takkan melayu sirna di bumi
Berburu ke padang datar
Artikel rusa belang kaki
Terkait kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
Teladan Pantun Nasihat Agama
Berikut ini terdapat 20 model pantun pengarahan agama, terdiri atas:

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Puisi adalah

Sudah ramai di hari raya,
banyak orang bersuka cita.
Dengarlah aduhai muda belia,
inilah pantun pengarahan agama.

Akhir pekan pergi berkemah,
masak nasi masihlah mentah.
Dengarlah aduhai para muslimah,
belajarlah taat pada perintah.

Bulan bulat dikala purnama,
sungguh menawan diamati mata.
Maha Allah yang utama,
agar kita beroleh surga.

Pak tani menanam tombat,
tomat mengandung banyak serat.
Apabila berkeinginan senantiasa terhormat,
tutup olehmu segala aurat.

Hujan turun rintik-rintik,
jalan licin kaki terpuruk.
Di sisi Allah diamati menawan,
seandainya engkau kenakan jilbab.

Apabila ambrol jatuh ke dahan,
bertiup angin dari Tanjung Pinang.
Cantik tunduk pada Kudapan,
hati sejuk jiwapun tenang.

Siapa melangkah ke arah Barat,
mungkin ia sudah tersesat.
Siapa yang mengubar aurat,
berarti ia spesialis maksiat.

Apabila tubuh mendapatkan luka,
terasa pedih jiwa raga.
Apabila aurat engkau buka,
bagaimana mendapatkan surga.

Batik Solo banyak coraknya,
betul-betul susah memilihnya.
Apabila di dunia sementara,
menawan di surga selamanya.

Dingin angin waktu subuh,
sarapan dahulu dengan kolak.
Kenakan jilbab pada tubuh,
belajar mulia pada akhlak.

Ajar lemang buatan janda,
makan pempek campur cuka.
Setan memang datang menarik hati,
agar engkau menjadi durhaka.

Payakumbuh desa perbukitan,
jalan berkelok banyak kelokan.
Tunaikan segenap kebaikan,
apapun yang bisa engkau lakukan.

Si orang di bilik dara,
ayah ibunya pasti berang.
Teladan bersua dengan saudara,
hendaknya engkau berwajah cemerlang.

Apabila turun mencari rawa,
mengalir air dengan tenang.
Hormati yang lebih tua,
pada yang muda patut sayang.

Paras menawan betul-betul ganteng,
tambah manis dengan senyuman.
Artikel hati untuk dermawan,
untuk mendapatkan beri Kudapan.

Bukit barisan tanahnya subur,
menanam jagung di tanah gembur.
Jauhkan diri dari jumawa,
dengki dengki patut dikubur.

Gadis Aceh menarikan seudati,
mata memandang tiada henti.
Tawadhu merendahkan hati,
tanda iman di dalam hati.

Teladan tanda akhir zaman?
banyak orang yang menyimpang.
Teladan tanda orang beriman,
dada tenang jiwanya lapang.

Bongkah batu dipenggal-penggal,
dibakar lama dalam bara.
Lima waktu seandainya ditinggal,
alamat badan akan sengsara.

Ke kota Mekah naik haji,
Banyak orang di kota Mina.
Mari-mari kita mengaji,
Belajar Al Quran banyak pahala.

Teladan Pantun Nasihat Cinta
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan Cinta, terdiri atas:

Belajar anak di atas jerami,
Lalu bermain jungkat jungkit.
Sayangi yang ada di Bumi,
Kan disayang oleh yang di langit.

Luka kaki tertikam duri,
Duri tajam bagai besi.
Hapus dari hati segala dengki,
Dengan cinta beri kita mengisi.

Shalat maghrib sudah diawali,
Lari kancil dengan kelinci.
Apabila kau saling mencintai,
Ikatlah dengan komitmen suci.

Apabila sudah tua umur,
Kulitpun akan mulai mengkirut.
Cintai olehmu sesama manusia,
Dendam mendendam usah diturut.

Sejuk sekali kulit rusa,
Bermain di taman berbatu-batu.
Etika Ibu sepanjang masa,
Takkan binasa ditelah waktu.

Teladan Pantun Nasihat Kepada
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan akhlak, terdiri atas:

Bapak membikin sapu lidi,
Menghias rumah dari tanduk.
Mari belajar dari padi,
Makin berisi makin tunduk.

Agar air dalam telaga,
Teladan air banyak ikannya.
Nasihat santun patut dijaga,
Itulah tanda akhlak yang mulia.

Masih kecil masih belia,
Bermain anak ke rumah tetangga.
Si yang paling mulia,
Akan dekat dengan Nabi di surga.

Si gembala pergi merumput,
Pulang ke rumah membawa beras.
Berharap ibu lemah lembut,
Jangan pernah berkata keras.

Ibu-ibu beli tomat,
Hujan turun betul-betul lebat.
Berharap guru taruhlah hormat,
Apabila engkau tahu adat.

Teladan Pantun Nasihat Lingkungan
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan lingkungan, terdiri atas:

Ikan gabus dalam kolam,
Si kecil main di taman.
Bunga di rawat, pohon ditanam,
Apabila lingkungan kita makin nyaman.

Hari panas minum selasih,
Bunga mekar daerah si kumbang.
Lingkungan betul-betul menawan dan bersih,
Pohon menghijau, bunga berkembang.

Kancil sedih sebab kehilangan,
Sedih kalah dalam pertandingan.
Terkait sampah jangan sembarangan,
Lingkungan sehat jadi dambaan.

Gunung Ciremai betul-betul menawan,
Tipe memang juara.
Lingkungan hidup adalah anugerah,
Jangan dirusak, mari dipelihara.

Poin kereta turun di Gambir,
Main di kota lupa pulang.
Banyak kota alami banjir,
Sistem pohon banyak ditebang.

Teladan Pantun Nasihat Si
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan anak, terdiri atas:

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Gurindam – Pengertian, Ciri, Nasihat, Sudah, Apabila dan Teladan

Burung bangau turun ke rawa,
Agar ikan, ikan sepat.
Berangkat sekolah senantiasa berdoa,
agar dikasih ilmu berkhasiat.

Teladan baru di hari raya,
Sungguh menawan diamati mata.
Nasihat itu bagaikan sinar
Penerang jalan di malam gulita.

Beli pakaian warna merah,
Bungkus satu lupa dibawa.
Jadi anak jangan suka berang,
Apabila suka berang kencang tua.

Sayur tumis beri tomat,
Pergi ke pasar membeli bahan.
Belajarlah hidup hemat,
Beli barang pantas kebutuhan.

Bambu betung bambu belah,
Burung kecil hinggap di pagar.
Tidur siang sepulang sekolah,
Apabila badan kembali segar.

Teladan Pantun Nasihat Pernikahan
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan pernikahan, terdiri atas:

Pergi ke ladang tanam pepaya,
Hingga matang enak rasanya.
Rumah tangga akan bergembira,
Teladan pondasinya adalah agama.

Jalan-jalan ke kota Kedah,
Poin motor kita berdua.
Menikah adalah ibadah,
Jalan menuju jiwa bertaqwa.

Pasti datang hari Hisab,
Ruh mukmin harumnya wangi.
Jadilah suami yang bertanggung jawab,
Memimpin, mengayomi, dan melindungi.

Beli tiket ke kota Lahat,
Terkait sungai melalui darat.
Istri yang terbaik senantiasa taat,
Mengharap pahala di akhirat.

Tubuh tegap sehat perkasa,
Gigi putih tak berongga.
Dekat diri terhadap Berdasarkan Esa,
Apabila sakinah mawadah rumah tangga.

Teladan Pantun Nasihat Apabila
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan pendidikan, terdiri atas:

Dari ke Jakarta ke kota Penang,
Orang lari hendak dikejar.
Pagi hari hatiku bergembira,
ke sekolah hendak belajar.

Sungguh menawan memandang taman,
Duduk santai sampai siang.
Di sekolah banyak sahabat,
Bermain belajar hatiku riang.

Ke padang datar hendak berburu,
Padang rumput luas dan lebar.
Teladan rindu pada Bu Guru,
Berdasarkan baik hati dan penyabar.

Langit cemerlang terlihat biru,
Kutilang terbang berputar-putar.
Terimakasih Ibu Bapak Guru,
Sistem engkaulah kami jadi mahir.

Hari hujan makan talas,
Perahu besar belum berlabuh.
Apabila sudah di dalam kelas,
Dengarkan guru jangan bergaduh.

Teladan Pantun Nasihat 2 Baris
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan 2 baris, terdiri atas:

Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Seloka : Pengertian Memperoleh Para Ilmu, Ciri, Fungsi, Nasihat Dan Pakaian

Sesudah Jodo Jati Jajar.
Apabila bodoh, ya belajar.

Mengaplikasikan awan berkibar panji.
Ayo kawan kita mengaji.

Kain merah jeruk purut.
Jangan berang jangan cemberut.

Makan keju makan bolu.
Ayo maju jangan malu-malu.

Bunga layu bunga selasih.
Thank you terimakasih.

Teladan Pantun Nasihat Kesehatan
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan kesehatan, terdiri atas:

Perahu melaju pergi ke hulu,
Perahu besar sudah melalui.
Berangkat sekolah sarapan dahulu,
Agar badan menjadi kuat.

Tali temali dari kawat,
Api unggun membikin hangat.
Apabila badan kita kuat,
Pasti belajar makin motivasi.

Sungguh lezat kudapan manis talam,
Tutupi jangan tersentuh lalat.
Sikat gigi pagi dan malam,
Agar bersih, senantiasa sehat.

Kupu-kupu berterbangan,
Mungkin pergi ke kota Medan.
Jajan jangan sembarangan,
Nanti bisa sakit badan.

Beli tiket ke Kota Lahat,
Jalan-jalan ke Mesuji.
Apabila berkeinginan badan sehat,
Jajan makanan bersih bergizi.

Teladan Pantun Nasihat dan Maknanya
Berikut ini terdapat 5 model pantun pengarahan dan Maknanya, terdiri atas:

Berburu ke padang datar,
rusa belang kaki.
Terkait kepalang ajar,
Bagai bunga kembang tak jadi.

Maknanya: Apabila belajar patut sampai bisa. Jangan separo-tengah.

Teladan lama sudah dekil,
Kembang manis daerah si lebah.
Punya ilmu, tiada amal,
Bagaikan pohon tak berbuah.

Maknanya: Sesudah kita belajar dan berilmu, karenanya kita patut mengamalkan ilmu hal yang demikian. Sehingga ilmu yang kita pelajari memberikan manfaat.

Mie enak mie bihun,
Masak sedikit enak rasanya.
hidup seribu tahun,
Apabila tak sembahyang apa gunanya.

Maknanya: yang panjang tak gunanya seandainya tak dipakai untuk mencari pahala dari Allah.

Asam kandis asam gelugur,
Kedua asam beriang-riang.
Menangis mayat di dalam kubur,
puasa tak sembahyang.

Maknanya: Apabila kita tak berkeinginan sembahayang, puasa, dan melaksanakan perintah Allah, akan menyesal dikala masuk kubur. Sistem akan disiksa.

Si Melayu duduk termenung,
Petik kelapa membikin kopra.
Walau harta setinggi gunung,
Apabila durhaka hidup sengsara.

Maknanya: banyak harta dan kaya raya, seandainya seseorang durhaka terhadap orang tuanya ia pasti sengsara dalam hidupnya.